Senin, 06 Mei 2013

PERBEDAAN ANTARA KONSELING DENGAN PSIKOTERAPI


NAMA          : MARIA QIBTI
NPM            : 19510145
KELAS        : 3PA04


KONSELING
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka atara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaanya sekarang dan kemungkinan keadaan masa depannya yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demikian untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.
Menurut Tolbert (dalam Priyitno 2004: 101) dan Jones (dalam Insano, 2004: 11), Menyatakan konseling dapat belajar bagaimana memecahkan masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan dating. Lebih lanjut konseling dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004: 101) dan Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan professional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individu atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakan bagi dirinya.
Menurut Mortensen (1964: 301): Konseling sebagai suatu proses antar pribadi, dimana satu orang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya. Sedangkan menurut Jones (1970: 96): konseling sebagai suatu hubungan professional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien.

PSIKOTERAPI
adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-prinsip psikologis untuk menghasilkan perubahan tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormalnya dan memcahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu. Menurut Corsisi, Konseling adalah proses interaksi formal 2 pihak (2 orang/ lebih), bertujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress) pada salah satu pihak karean tidak berfungsi/ ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau prilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan atau membantu indivu mengatasi masalahnya.

Adapun penjelasan menurut Gay. S. Belkin, ada 3 perbedaan antara konseling dan Psikoterapi sebagai berikut:
  1. Konseling dan psikoterapi dapat di pandang berbeda lingkup pengertian antara keduanya. Istilah “psikoterapi” mengandung arti ganda. Pada satu segi menunjuk pada sesuatu yang jelas yaitu satu bentuk terapi psikologis.
  2. Konseling lebih fokus pada konseren, ikhwal, masalah, pengembangan-pendidikan-pencegahan, sedangkan psikoterapi fokus pada konseren atau masalah penyembuhan-penyesuaian-pengobatan.
  3. Konseling dijalankan atas dasar (atau dijiwai oleh) falsafah atau pandangan terhadap manusia sedangkan psikoterapi dijalankan berdasarkan ilmu atau teori kepribadian dan psikopatologi. 

Sedangkan dalam buku Psikologi Konseling, tahun 2003 dikatakan perbedaan seperti berikut:
  1. Konseling umumnya berkenaan dengan orang-orang yang tergolong normal, sedangkan psikoterapi orang yang mengalami gangguan psikis.
  2. Konseling bersifat edukatif, suportif, berorientasi kesadaran, dan jangka pendek. Sedangkan psikoterapi bersifat rekonstruktif, konfrontif, berorientasi ketidaksadaran jangka panjang.
  3. Konseling lebih terstruktur dan terarah kepada tujuan-tujuan yang lebih terbatas dan konkret. Sedangkan, psikoterapi lebih luas dan mengarah pada tujuan yang lebih jauh.

 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar